Puisi Sederhana Tentang Peringatan Hari Santri Nasional
Pengantar
Pada edisi perdana ini izinkan sebuah puisi sederhana tentang peringatan Hari Santri Nasional mangkal di sini. Puisi ini memang sederhana sehingga mudah dipahami namun tetap penuh makna.
Gaya membaca sebaiknya serius, penuh penghayatan, jangan terlalu cepat sambil merasakan suasana yang ada dalam puisi ini.
| Puisi Hari Santri Nasional |
Tak Kukira Begitu Besar Jasamu, Wahai Santri Kebanggaanku
Karya: Puisi Katapena
Sayup-sayup kabar itu kudengar kala itu
Tak jelas, tak paham dan tak kenal dirimu
Namun
Gema tak kunjung lirih, bahkan menggelegar
Tentang dirimu
Tentang kemuliaan dan perjuangan tiada jemu
Santriku, sahabatku, kebanggaanku
Kau pertaruhkan jiwa dalam serbuan desing mesiu
Kau tetap maju
Meski bukan serdadu
Tetap melaju
demi mengusir perampok tanah airmu
Kala itu
Taktala mendengar resolusi jihad
Kau bulatkan tekad, sucikan niat
Demi harga diri bangsa terhormat
Atau
Syahid hingga ke liang lahat dan mulia di akhirat
Apalah kami ini dibanding perjuanganmu?
Tak akan pernah cukup senandung puja puji kami
Jika kami tak bisa menjadi bangsa yang lebih maju
Jika kami gagal menjadi generasi harapan yang mumpuni
Di hari istimewa ini
Izinkan kami mengenangmu, mengirim doa-doa untuk kemuliaanmu...dan
meneruskan perjuanganmu
Di hari kami mengenangmu ini
Maafkan kami...sebab
selama ini kami telah meremehkan waktu
Dan...belum mampu meneruskan perjuanganmu.
Penutup
Demikian karya puisi sederhana tentang peringatan Hari Santri Nasional. Maafkan jika puisi hari santri ini masih jauh dari harapan.
Post a Comment for "Puisi Sederhana Tentang Peringatan Hari Santri Nasional"